Pembinanaan Keluarga Sakinah
1. Pembinaan Aspek Agama
Agar terbentuknya pribadi seutuhnya serta guna mendukung terwujudnya keluarga sakinah, pemimpin keluarga bertanggung jawab atas penyelenggaraan pembinaanan agama dalam keluarga.
a. Pembinaan Agama Ayah dan Ibu
Ayah dan Ibu dalam suatu keluarga merupakan pemimpin dan pendidik yang alami. yang harus mengenal, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama islam agar pembinaan berjalan dengan baik. Untuk mencapai kesuksesan dalam pembinaan agama, Ayah dan Ibu diharuskan menuntut ilmu tampa henti (terutama ilmu agama dan ilmu lainnya), sehingga menambah kewibawaan orang tua terhadap anak-anaknya dan anggota keluarga yang lain.
- Pembinaan jiwa agama pada anak-anak
Orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum untuk tercipta manusia seutuhnya. Allah SWT. berfirman dalam Surat At-Tahrim : 6 ;
” Hai Orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka ”
Orang tua harus melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar anak keturunannya terhindar dari siksaan api neraka.
” Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitra (suci), kedua orangtunya yang menyebabkan anaknya menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi ”
- Pembinaan suasana rumah tangga islami
Suasana rumah tangga islami menciptakan faktor pendukung terwujudnya keluarga sakinah, antara lain dibentuk oleh :
1. Tata ruang islami
2. Pembinaan sikap dan tingkah laku islami
3. Membudayankan kebudayaan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah.
Contoh :
1) Halaman/ruangan rapi dan bersih,
2) Hiasan rumah yang Islami
3) Tulisan do’a-do’a (kaligrafi),
4) Ruang sholat dan lain-lain.
2. Pembinaan Sikap dan Tingkah Laku Islami
Perkataan, perbuatan pergaulan dan amal ibadah anggota keluarga mencerminkan keislaman.
a) Kebiasaan berdo’a setiap memulai dan mengakhiri pekerjaan ” Dimulai dengan Bismillah di Akhiri dengan Alhamdulillah ”
b) Kebiasaan Shalatpada awal waktu/berjemaah ” Seorang Ayah menjadi Imam bagi keluarganya ”
c) Kebisaan membersihkan tempat tidur dan ruangan
d) Ruang shalat dan lain-lain
e) Membiasakan ucapan/Kalimat Thoyyibah
f) Makan bersama dengan berdo’a
( Sumber Bacaan : Buletin Cahaya oleh ibu Hj. Rotasmi, M )